Showing posts with label Pay TV. Show all posts
Showing posts with label Pay TV. Show all posts

Sunday, December 2, 2018

Penjelasan Tentang Pay TV Topas TV

Topas TV merupakah televisi berlangganan berbasis analog yang baru di-launching pada tanggal 29 Juli 2012 di Bandung, Jawa Barat. Topas TV menjadi bagian dari Grup Mayapada yang memiliki saham di bidang perbankan, multifinance, property, media, retail, dan travel.
Pada akhir tahun 2012 ini, Topas TV menargetkan jangkauan pemasarannya meliputi semua kota-kota besar di Indonesia dan kedepan hingga ke desa-desa terpencil.

Teknologi dan Saluran Produksi Sendiri
Sebagai pendatang baru di dunia televisi berlangganan di Indonesia, Topas TV menggunakan teknologi terbaru dengan format gambar MPEG-4/DVB-S2 yang mampu menyajikan gambar dan suara yang berkualitas dengan jangkauan nasional. Topas TV memiliki lima (5) saluran eksklusif yang di produksi sendiri, yakni: Info TV (hiburan dan info-info menarik di Topas TV), Bin Fen (saluran film mandarin), Movie Mania (saluran film mancanegara), My Kids (anak-anak) dan Grace TV (saluran kristani) yang dapat dinikmati di semua paket Topas TV.

Satelit
Topas TV dipancarkan melalui Satelit Palapa D, sama dengan satelit yang digunakan oleh Skynindo.

Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV Viva+

viva+ (dahulu bernama Vivasky) adalah sebuah televisi berlangganan di bawah naungan PT Visi Media Asia Tbk. Viva+ akan mengusung sebuah konten bernama Sport One. Tayangan itu mengutamakan laga Piala Dunia FIFA 2014.
VIVA+ memiliki 25 channel di dalamnya, 9 di antaranya merupakan channel Piala Dunia 2014. Gambar yang ditawarkan untuk layanan ini kualitasnya adalah High Definition (HD).

VIVA+
Jenis : TV satelit berlangganan
Negara : Indonesia
Tanggal didirikan : 22 April 2014
Tanggal siaran perdana : 22 April 2014
Tanggal peluncuran : 22 April 2014
Wilayah siaran : Nasional
Pemilik : Visi Media Asia
Situs web : www.vivaplus.id

Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV K-Vision

K-Vision merupakan stasiun televisi satelit berlangganan yang diresmikan mengudara pada 18 April 2014. Pada tahun 2015, K-Vision mendapatkan hak siar Copa América 2015 dan setahun kemudian, dilanjutkan dengan Copa América Centenario.
Hak Siar Piala Dunia FIFA 2014 dan 2018
K-Vision adalah salah satu TV berbayar yang menayangkan Piala Dunia FIFA 2014 Brasil dan 2018 Rusia di Indonesia.[butuh rujukan]

Hak siar Asian Games 2018
Untuk pertama kalinya, K vision resmi mendapatkan hak siar Asian Games 2018 yang bisa di saksikan melalui SCTV, Indosiar, dan O Channel tanpa harus membeli voucher (Gratis) khusus bagi pelanggan K vision saja.

Hak Siar Liga Champions, Liga Eropa, dan Piala Super UEFA 2018-2021
Pada akhir musim 2017–18, K-Vision memperpanjang kontrak hak siar Liga Champions, Liga Eropa, dan Piala Super UEFA untuk 3 musim berikutnya hingga musim 2020-21 (menjadi 6 tahun) di Indonesia.

Musim 2015–16 hingga 2017–18, ketiga kompetisi tersebut juga ditayangkan oleh K-Vision tetapi lewat saluran beIN Sports karena saluran tersebut memegang hak siar untuk beberapa negara di Asia-Pasifik.

Mulai musim 2018-19, tayangan ketiga kompetisi tersebut sudah pindah dari beIN Sports ke Total Sports Blast (TSB) lewat kerjasama perusahaan pemasaran olahraga, Futbal Momentum Asia (FMA) yang mengambil alih hak siar tersebut dari beIN Sports.

Hak Siar Piala Suzuki AFF
Tayangan Piala Suzuki AFF yang rutin ditayangkan setiap tahunnya di Fox Sports Asia mulai musim 2018 berpindah tangan sepenuhnya menjadi milik MNC Media, perusahaan pemegang hak siar ajang tersebut di wilayah Indonesia sejak edisi 2008. Namun dikarenakan MNC Media (melalui RCTI) juga mengambil kembali hak siar Liga Champions, Liga Eropa, dan Piala Super UEFA untuk musim 2018-19 hingga musim 2020-21 melalui Futbal Momentum Asia (FMA), MNC Media kemudian menjual kembali hak siar Piala Suzuki AFF kepada FMA agar RCTI memperoleh diskon dari pembelian hak siar kompetisi UEFA, lalu didistribusikan melalui saluran Total Sports Blast (TSB) yang ditayangkan oleh K-Vision dan portal streaming Vidio.

Hak siar olahraga lainnya
Selain Piala Dunia, Liga Champions, Liga Eropa, Piala Super UEFA, dan Piala Suzuki AFF, K-Vision juga menyajikan kompetisi/turnamen olahraga bergengsi yang tidak kalah seru, seperti:
  • DFB-Pokal (Jerman) (2018-19 hingga 2020-21)
  • J-League (Jepang)
  • Kejuaraan Dunia BWF (termasuk Piala Thomas, Uber, dan Sudirman) (2018-2021)
  • Tur Dunia BWF (tidak termasuk Indonesian Masters karena ditayangkan di Kompas TV (untuk 2018) dan Indonesia Terbuka karena ditayangkan di Trans7 (untuk 2018)) (2018-2021)
dan masih banyak lagi.

Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV Nexmedia

PT Mediatama Anugerah Citra (Nexmedia) merupakan stasiun televisi terestrial berlangganan di Jabodetabek. Perusahaan dengan tagline "Simply Entertaining" ini didirikan oleh Dian Khrisna Mukti, dan kali pertama mengudara pada tanggal 23 November 2011. Program yang disajikan antara lain film, olahraga, hiburan, pendidikan, anak-anak dan berita.
Paket
Paket yang disediakan oleh Nexmedia antara lain :
  • Nex Family : Saluran pilihan untuk keluarga di rumah, dengan beragam informasi dan program acara yang menarik dan menambah wawasan untuk keceriaan di ruang keluarga anda.
  • Nex Sport Platinum : Saluran pilihan untuk pecinta olahraga. Paket ini menyediakan liga sepak bola terbaik dunia, ada UEFA Champions League, UEFA Europa League, Liga Inggris (Premier League), Liga Perancis (Ligue 1), Liga Belanda (Eredivisie), Liga Spanyol (La Liga), Liga Jerman (Bundesliga), Liga Amerika (Major League Soccer). Ada juga pertandingan olahraga menarik lainnya, seperti MotoGP, Formula 1, Badminton Series, Tennis Grand Slam, dan berbagai macam olahraga lainnya.
  • Nex Family + Nex Sport Platinum
  • Nex Ultima (paket terlengkap)
Dengan paket tambahan sebagai berikut :
  • Nex Movie : FOX Movies Premium, HBO, Cinemax
  • Nex Drama : GEM, KBS World, Celestial Movies, Thrill, Nex Drama
  • Nex Kids : Disney Junior, Animal Planet
Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV First Media

PT First Media Tbk (IDX: KBLV), sebelumnya bernama PT Broadband Multimedia Tbk, adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai "Triple Play". Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya, Malang, dan Bandung.
First Media merupakan anak perusahaan Lippo Group. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak pada tanggal 20 Oktober 2008 tengah malam pada pukul 00:00 WIB.

Pada tahun 2008, First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.

Pada bulan Mei 2015 bersama dengan Link Net, First Media meluncurkan 2 Combo HD Pack terbaru. Combo Ultimate X1 HD dengan kecepatan 100Mbps dan Combo Infinite X1 HD dan untuk kecepatan 200Mbps serta meningkatkan paket Combo Maxima X1 HD dengan layanan dual broadband.

Sejarah
First Media didirikan pada tahun 1994 dengan nama PT Broadband Multimedia Tbk. Pada Maret 1999, Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan "Triple Play". Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet.

Pada akhir Agustus 2007. Lippo Group mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Lippo Group menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Teknologi
Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (BeritaSatu Plaza), Bandung (Binong), Surabaya (Gubeng), Bogor (VMB 2), dan Banjarbaru (Monas).

Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.

Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Produk
Produk First Media disebut Triple Play, yang merupakan layanan berbasiskan teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

FastNet
FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam harganya yang lebih murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lain di paket kecepatan serupa.

Teknologi
FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet, tetapi menggunakan jaringan pita lebar tersendiri bertipe Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’). Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon, karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabodetabek, Surabaya, Malang dan Bandung.

FastNet menggunakan standar teknologi DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) untuk menyalurkan layanan internet ke pelanggan. Di sisi pelanggan dibutuhkan Cable Modem DOCSIS agar dapat memakai layanan internet FastNet.

HomeCable
HomeCable adalah merek dagang stasiun televisi kabel berlangganan dari First Media. HomeCable merupakan merek dagang baru dari 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1.

HomeCable HD
HomeCable HD merupakan brand untuk format tayangan High Definition (HD) di HomeCable. HomeCable HD (sebelumnya disebut First HD) diluncurkan pada 1 September 2010 dan menjadi layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). HomeCable HD menggunakan format gambar HD 1080i dengan aspect ratio 16:9 dan format suara Dolby Digital Plus. Untuk dapat menerima tayangan HD, pelanggan membutuhkan decoder HD dan TV (HDTV) yang mendukung input HDMI. Sampai saat ini terdapat 54 channel HD + 1 channel HD 3D.

Teknologi
HomeCable menggunakan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini merupakan teknologi yang sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB).

Sebelumnya, Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem analog, kabel langsung disambung ke kabel antena di rumah dan semua televisi yang tersambung dapat langsung menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara bertahap mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk layanan HomeCable.

Peralatan penerima
Peralatan penerima memakai sebuah decoder digital. Alat ini berfungsi untuk menerima siaran digital DVB dari pusat dan menampilkannya di TV pelanggan. Decoder First Media menggunakan Conditional Access System / CAS dari Nagravision untuk sistem kontrol aksesnya.

First Media menggunakan decoder HD Samsung SMT-C5050, yang memiliki kapabilitas penerimaan tayangan SD & HD, layanan Video-on-Demand dan fitur Digital Recording serta Time shifting. Untuk menghubungkan decoder dengan TV dapat menggunakan koneksi RCA atau HDMI. Decoder dapat pula dihubungkan ke sistem pengeras suara (amplifier) dengan memakai koneksi SPDIF ataupun HDMI. Secara bertahap decoder SD (Eastern Digital SE-830, Hyundai HSC-5172NA, Samsung SMT-C1050) akan diganti dengan decoder HD (Samsung SMT-C5050).

DataComm
DataComm menyediakan layanan data komunikasi untuk korporasi atau bisnis. Layanan ini didukung oleh salah satu jaringan backbone digital serat optik yang paling luas di kawasan Metropolitan Jakarta. Layanan ini kini mendukung 303 sambungan jaringan yang disewakan kepada hampir 200 pelanggan di sektor perbankan dan jasa keuangan, berbagai korporasi maupun lembaga pemerintahan. First Media juga merupakan penyedia tunggal layanan data komunikasi bagi sistem JATS Remote Trading Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia) yang memungkinkan para pialang saham untuk melakukan perdagangan efek secara remote dari kantor mereka masing-masing lewat jaringan serat optik. DataComm mempunyai 2 jenis layanan, yaitu First Metro dan FastNet Corporate.

Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV TransVision

Transvision (sebelumnya dikenal sebagai TelkomVision dan YesTV) adalah perusahaan Trans Media yang bergerak dibidang layanan televisi berlangganan dengan kantor pusat yang berada di Jakarta, Indonesia. Transvision awalnya menyiarkan siarannya lewat satelit Telkom-1 (C-band) dan MEASAT-3b (Ku band). Mulai tahun 2016, Transvision sepenuhnya bersiaran menggunakan satelit baru MEASAT-3b.
Pada tahun 2017, Transvision memiliki hak siar dalam ajang sepak bola Piala Dunia 2018 Rusia, bersama Trans TV dan Trans7.

Profil
Sejarah perusahaan
TelkomVision didirikan pada tanggal 7 Mei 1996 oleh empat perusahaan konsorsium yaitu PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom), PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI), PT Telekomindo Primabhakti dan PT Datakom Asia dengan nama TelkomVision dan kemudian terus tumbuh dan berkembang dalam bisnis siaran televisi berlangganan di Indonesia.

Seiring dengan perkembangan bisnis tersebut, TelkomVision mengalami beberapa kali perubahan struktur kepemilikan saham dan Telkom sebagai salah satu BUMN sekaligus perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia mencoba untuk tetap eksis menjadi pemegang saham mayoritas TelkomVision dengan kepemilikan saham saat ini sebesar 99,54 % dan sebesar 0,46% saham TelkomVision dimiliki oleh PT Multimedia Nusantara (METRA) dengan total modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp. 647,5 Milyar posisi 31 Desember 2011.

Sebagai perusahaan yang dulu mayoritas sahamnya sempat dimiliki oleh Telkom sekaligus menjadi satu-satunya TIME operator di Indonesia, TelkomVision diposisikan sebagai bisnis media dan edutainment yang merupakan bagian dalam bisnis TIME (Telecommunication, Information, Media and Edutainment) tersebut, sehingga kedepan bisnis televisi berlangganan TelkomVision akan terus dikembangan baik dari sisi program, jenis dan media layanan dengan inovasi-inovasi terbaru.

Produk layanan DTH (direct to home) prepaid (prabayar) menjadi andalan TelkomVision sekaligus pelopor bagi bisnis televisi berlangganan milik pemerintah ini sampai sekarang, dengan layanan tersebut pelanggan dimudahkan untuk memilih program dengan harga yang sangat terjangkau. Untuk mengembangkan pelanggan DTH postpaid (pascabayar) TelkomVision melakukan sinergy dengan Telkom dengan meluncurkan bandling produk Speedy-YES TV dengan target market semua pelanggan Speedy Telkom dalam mengoptimalkan kerja sama sinergy Telkom Group.

Seiring tuntutan perkembangan industri yang berbasis media dan edutainment yang semakin beragam dan dinamis, mulai tanggal 26 Januari 2011, TelkomVision hadir dengan logo dan semangat baru untuk memperkuat komitmen dan posisinya sebagai penyedia layanan TV berbayar yang terbaik kepada pelanggan melalui program-programnya yang inspiratif, yang ditujukan untuk memperkaya kehidupan pelanggannya. Logo baru TelkomVision mengangkat tema menyerupai bintang yang menunjuk ke 5 arah yang melambangkan harmonisasi antara 5 elemen kehidupan, serta visi TelkomVision yang menyatukan berbagai layanan multimedia.

Pada masa mendatang, secara berkesinambungan TelkomVision berencana akan terus melakukan pengembangan produk layanan dengan tetap mengoptimalkan program sinergy dengan Telkom Group. Pada tahun 2011 telah diluncurkan produk IPTV ”Groovia TV” dan akan terus dikembangkan untuk televisi mobile, Value Added Service (VAS), dan interactive content, dengan pengembangan layanan yang berorientasi kepada konsumen, serta inovasi dan perbaikan yang berkesinambungan, TelkomVision optimis untuk bisa menjadi yang terdepan di industrinya.

Pada tahun 2013, pengusaha nasional Chairul Tanjung melalui perusahaannya yaitu Trans Corp membeli 80% saham TelkomVision, meskipun pada awalnya keputusan ini sempat ditentang oleh DPR RI. Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat juga ikut untuk menyelesaikan penjualan salah satu aset Telkom ini dengan alasan selama dipegang oleh Telkom, TelkomVision terlihat stagnan dalam hal penghasilan meskipun memiliki prospek bagus sebagai salah satu pemain lama di bisnis televisi berlangganan.

Pada tanggal 1 Mei 2014, TelkomVision berubah menjadi Transvision sejak kepemilikannya oleh Trans Corp melalui unit usahanya Trans Media.

Pencapaian
  • Transvision merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak dalam bidang jasa penyiaran TV berbayar dengan memiliki izin penyelenggara siaran berbasis kabel dan satelit. Untuk layanan berbasis kabel cakupan telah tersebar di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar dan beberapa kota besar lainnya. Untuk yang berbasis satelit atau DTH (direct to home) cakupan mencapai siaran seluruh wilayah Indonesia yang termasuk dalam jaringan satelit Telkom-1.
  • Transvision didirikan pada tanggal 7 Mei 1997 dengan nama TelkomVision dan layanan hingga tahun 2008 telah mengalami beberapa kali perubahan baik dari susunan pengurus perseroan maupun kepemilikan saham. Perubahan tersebut terjadi seiring dinamika dan regulasi bisnis yang berkembang sangat cepat sehingga perusahaan perlu melakukan penyesuaian untuk menyongsong bisnis multimedia pada masa mendatang.
  • Pada bulan Agustus 2008, PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. melalui anak perusahaannya PT Multimedia Nusantara mengambil alih saham Transvision yang pada saat itu bernama TelkomVision dari Datakom Asia sehingga komposisi kepemilikan saham TelkomVision telah seluruhnya dimiliki oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk.
  • Transvision dalam perkembangan bisnisnya meluncurkan produk unggulannya, yaitu YesTV, TV berbayar dengan dua metode pembayaran yakni layanan prabayar dengan sistem voucher dan layanan dengan sistem abonemen atau berbayar bulanan. Sistem prabayar tersebut memungkinkan pelanggan memiliki keleluasaan menikmati tayangan berlangganan sesuai dengan pilihan dan harga tanpa harus membayar bulanan. Bagi pelanggan yang memilih untuk berlangganan dengan system abonemen dapat memilih berbagai paket basic dan paket a la carte dengan pilihan channel menarik.
  • Dengan berkembangnya industri multimedia dan jasa telekomunikasi maka Transvision yang pada saat itu bernama TelkomVision bersama Telkom Group terus mengembangkan produk baru antara lain IPTV (internet protokol television). Pengembangan produk ini merupakan wujud komitmen Transvision dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat seiring kemajuan teknologi untuk menjadi pemain utama dan terbesar dalam bidang multimedia dan jasa televisi berbayar di wilayah Asia.
  • Pada tanggal 7 Mei 2012, tepat di usia yang ke-15 tahun, TelkomVision mengganti mottonya dengan Nice & Easy.
  • Pada tanggal 1 Mei 2014, TelkomVision digantikan Transvision setelah sahamnya sepenuhnya dimiliki oleh Trans Corp dan mengganti motonya menjadi Transformasi Hiburan Keluarga.
Paket berlangganan
Saat ini paket berlangganan Transvision terbagi menjadi 3 paket premium dan 2 paket tambahan. Paket premium Transvision yaitu:
  • Paket Gold+: terdiri dari 74 saluran (28 HD+46 SD)
  • Paket Platinum+: terdiri dari 94 saluran (41 HD+55 SD)
  • Paket Diamond+: terdiri dari 111 saluran (52 HD+59 SD)
  • Saluran High Definition (HD) di Transvision merupakan saluran premium dan favorit, bukan saluran lokal dan tidak premium seperti televisi berlangganan lain.
Selain paket premium, Transvision menyediakan 6 paket tambahan yaitu:
  • Paket Movies: terdiri dari 12 saluran film (termasuk 3 saluran film definisi tinggi)
  • Paket Sports: terdiri dari 8 saluran olahraga (termasuk 2 saluran olahraga definisi tinggi)
  • Paket Blockbuster: terdiri dari 4 saluran film
  • Paket Minipack FOX Sports: terdiri dari 4 saluran olahraga yang menggunakan nama FOX Sports
  • Paket Ala Carte beIN Sports 3: terdiri dari saluran beIN Sports 3 (Premier League)
  • Paket Ala Carte FOX Movies Premium: hanya terdiri dari saluran FOX Movies Premium
Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV Orange TV

OrangeTV adalah adalah stasiun televisi satelit berlangganan di Indonesia yang dioperasikan oleh PT Mega Media Indonesia, anak usaha Sinar Mas Group. Stasiun televisi ini menyediakan layanan siaran satelit TV digital dengan sistem prabayar sehingga konsumen cukup fleksible dan tidak terikat untuk berlangganan.
Stasiun TV ini menggunakan teknologi DVB-S2 dan MPEG-4 dan memiliki jangkauan nasional. Fokus OrangeTV pada awalnya adalah menyajikan hiburan-hiburan bertema oriental, terlihat dari banyaknya saluran televisi Asia yang masuk ke dalam daftar saluran OrangeTV. Mulai musim 2013–14 sampai 2015–16, OrangeTV mendapat kesempatan untuk menjadi televisi resmi siaran Liga Primer Inggris melalui kemitraan bersama MP & Silva.

Pada bulan Juni 2018, layanan OrangeTV ditutup sesuai informasi melalui surel yang terbatas kepada pelanggan yang masih aktif dan akan dihadirkan layanan OrangeTV dengan format yang baru yang membutuhkan pendaftaran ulang untuk pelanggan yang masih ingin melanjutkan layanannya kembali.

Orange TV
Jenis : TV satelit berlangganan
Merek : Parabola Orange TV
Negara : Indonesia
Tanggal peluncuran : 2011
Tanggal ditutup : 2018
Wilayah siaran : Indonesia
Pemilik : Mega Media Indonesia
Situs web : www.orangetv.co.id

Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV Big TV

Big TV (ejaan berdasarkan merek dagang: BiG TV) merupakan penyedia jasa televisi berbayar yang diresmikan mengudara pada 9 September 2013, dioperasikan oleh PT Indonesia Media Televisi dan merupakan anak perusahaan oleh Lippo Group.
Satelit
Big TV dipancarkan melalui satelit JCSAT-13|JCSAT-8A / LIPPOSTAR-1, sebuah satelit telekomunikasi yang dipesan oleh Lippo Group bekerjasama dengan perusahaan Jepang, SKY Perfect JSat Corporation dan Mitsui Corporation.[2] Dengan dilengkapi 11 KU Band Transponder, yang keseluruhannya mencakup ke Indonesia, LIPPOSTAR-1 saat ini memiliki jumlah transponder terbanyak di Indonesia. Hal ini memungkinkan Big TV untuk menyiarkan lebih banyak saluran televisi, baik dalam video definisi standar maupun definisi tinggi.[3] Satelit tersebut diluncurkan pada hari Selasa (15/5/12) sore waktu Guyana Perancis, atau Rabu (16/6/12) pagi atau sekitar pukul 01.00 WIB, dan akan beroperasi dengan masa aktif mencapai 15 tahun.[4]

Paket dan saluran
Secara keseluruhan, saat ini Big TV memiliki 184 saluran yang menjadikan Big TV sebagai televisi satelit berbayar yang memiliki saluran terbanyak di Indonesia. Big TV juga memudahkan pelanggan dengan adanya dua pilihan layanan yaitu per-bulan (post-paid) dan prabayar (pre-paid) yang berupa voucher, sistem pemakaian voucher ini mirip seperti saat mengisi pulsa ponsel tetapi harus membeli dekoder dan parabola terlebih dahulu. Paket per-bulan yang ditawarkan terdiri dari Big Fun (96 saluran SD + 15 saluran HD), Big Sun (106 saluran SD + 21 saluran HD), Big Star (125 saluran SD + 28 saluran HD) dan Big Universe (140 saluran SD + 30 saluran HD)

Hak siar liga Inggris dan pemberhentian
Pada awalnya Big TV memegang hak siar Gold dari MP dan Silva sebagai pemilik resmi untuk menayangkan beIN Sport 1 dan beIN Sport 2 dalam kualitas HD selama 3 tahun, namun karena adanya masalah kontraktual, siaran beIN Sport diberhentikan sejak 21 November 2014.

Sumber : Wikipedia

Penjelasan Tentang Pay TV Skynindo

Skynindo adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang dimiliki oleh PT Cipta Skynindo. Siaran-siaran yang disuguhkan Skynindo dipancarkan melalui satelit Palapa D yang menjangkau seluruh wilayah di Indonesia, bahkan dunia.
Sejarah
PT Cipta Skynindo didirikan pada bulan November 2000, siaran-siaran yang disediakannya mengudara untuk pertama kali menggunakan satelit Telstar-18 pada 17 Agustus 2009 yang bertepatan dengan hari kemerdekaan Indonesia. Diluncurkan kembali pada bulan November 2010 dengan nama dagang Skynindo.

Penyedia layanan TV berbayar ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia terhadap kualitas TV berbayar. Skynindo telah mendapat izin siaran tetap dari Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia dengan dasar 101/M.KOMINFO/03/2010.

Dengan menggunakan sistem satelit dan MPEG-4, Skynindo mengharapkan untuk memaksimalkan kualitas audio-visual yang dapat diberikan kepada seluruh wilayah geografis Indonesia. Disertakan dengan berbagai saluran internasional dan kualitas saluran yang sesuai dengan gaya hidup Indonesia. Skynindo memberikan bahan tontonan berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Sumber : Wikipedia

Saturday, December 1, 2018

Penjelasan Tentang Pay TV MNC Vision

MNC Vision (sebelumnya bernama Indovision, OkeVision dan Top TV) adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT MNC Sky Vision Tbk.
Sejarah
Indovision adalah sebuah stasiun televisi satelit berlangganan yang diselenggarakan oleh PT MNC Sky Vision Tbk (dahulu bernama PT Matahari Lintas Cakrawala). Perusahaan yang didirikan pada tanggal 8 Agustus 1988 ini memulai memasarkan produk jasanya pada awal tahun 1994 dan bertanggung jawab atas pemasaran program pengelolaan serta pelayanan kepada pelanggan.

Pada mulanya Indovision menggunakan jasa satelit Palapa C2 untuk menggunakan transponder dan sistem broadcasting serta menggunakan analog dengan frekuensi C-Band. Namun, kemudian dirancanglah proyek pembuatan dan peluncuran satelit Indostar-1 atau yang kini lebih dikenal dengan nama satelit Cakrawarta-1 yang khusus menggunakan frekuensi S-Band yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca, sesuai dengan keadaan daerah tropis pada umumnya serta memiliki jejak jangkauan (footprint) ke seluruh wilayah Indonesia.

Adapun yang bertanggung mengelola dan mengoperasikan satelit tersebut adalah PT Media Citra Indostar yang didirikan pada 22 Juli 1991. Dengan satelit ini, dapat memberikan layanan pendistribusian tayangan saluran-saluran televisi berlangganan lokal dan mancanegara melalui Indovision yang disajikan kepada para pelanggan di Indonesia secara optimal dengan menggunakan dekoder dan antena parabola mini berukuran diameter 80 cm.

Pada tahun 1997, Indovision melakukan inovasi dengan mengubah sinyal penayangannya dari analog menjadi digital. Inovasi ini dapat meningkatkan kualitas penerimaan gambar maupun suara bagi pelanggannya.

MNC Sky Vision bernaung di bawah sebuah induk perusahaan bernama Global Mediacom. Pada awal tahun 2008, MNC Sky Vision meluncurkan produk televisi berlangganan lainnya, TOP TV. Direktur Utama Indovision saat ini adalah Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo, yang merupakan kakak kandung dari Hary Tanoesoedibjo, CEO dari MNC.

Pada tanggal 16 Mei 2009, diluncurkan satelit Indostar II/Protostar II untuk menggantikan Indostar I. Satelit ini memiliki 32 transponder, termasuk 10-transponder aktif dan 3 transponder cadangan yang berfungsi sebagai penguat gelombang frekuensi S-Band.[1]

Pada tahun 2014, PT MNC Sky Vision Tbk (MSKY) menyebar perangkat Indovision ke 365 Komando Rayon Militer (Koramil) di derah terpencil. Diharapkan, kegiatan tersebut memudahkan petugas untuk mendapatkan informasi dan hiburan.[2]

Mulai 12 Desember 2017, Indovision, Okevision dan Top TV resmi berganti nama menjadi MNC Vision.

Fitur yang ada di MNC Vision
Berikut ini merupakan berbagai macam fitur yang disediakan oleh MNC Vision, antara lain :

PVR, VOD, SVOD & TVOD
Personal Video Recorder (PVR) adalah salah satu produk MNC Vision yang menawarkan tayangan yang dapat di rekam dan diputar ulang untuk semua saluran kesayanganan sebanyak yang anda inginkan dengan menggunakan data HDD untuk paket pilihan.

Video on Demand (VOD) adalah produk sebuah MNC Vision yang menawarkan para pelanggan untuk memilih program pilihan dari daftar program yang disediakan oleh MNC Vision.

Subscription VOD (SVOD) adalah program berlangganan yang eksklusif dengan menawarkan paket 1 bulan. Para pelanggan dapat menyaksikan semua konten di dalam paket tersebut dimanapun selama bulan tersebut. Program-program tersebut bervariasi berdasarkan paket yang dipilih.

Transactional VOD (TVOD) adalah program berlangganan ini menawarkan pelanggan untuk dapat menyaksikan tayangan kesayangan mereka dimanapun dengan sistem ‘Pay Per View’, dengan masa berlaku yang akan berakhir dalam 2-3 hari.

MNC Now
MNC Now (sebelumnya bernama Indovision Anywhere dan Moviebay) adalah inovasi layanan terbaru yang memungkinkan semua pelangggan dapat menikmati acara favorit yang ada di dalam paket langganan yang sudah diambil melalui gadget, di mana saja dan kapan saja. Fitur ini merupakan yang pertama di Indonesia. Yang gratis bisa nonton 100 channel dan yang Bayar bisa nonton semua Channel termasuk On demand.

Program Multi Decoder
Program Multi Decoder adalah program dekoder tambahan di satu alamat, dengan beberapa syarat yang dibutuhkan untuk mendapatkan 50% diskon untuk maksimum 2 dekoder dari biaya langganan dasar setiap bulannya dengan maksimum 3 dekoder termasuk dekoder utama.

Sumber : Wikipedia